Tampilkan postingan dengan label Plah Crah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Plah Crah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Desember 2009

Kebahagiaan

Semua manusia tanpa terkecuali menginginkan kebahagiaan dalam hidup, kebahagiaan itu dicari dengan cara yang berbeda-beda. Banyak Orang bersusah payah mencari kebahagiaan, tapi tak menemukan juga, meski ia memiliki banyak hal dalam hidupnya, seperti kaya raya hingga jadi penguasa negeri. Mengapa kebahagian tidak juga terjadi? Kenapa? Jawabanya karena mereka tidak bisa memaknai apa itu kebahagiaan. Jika anda termasuk orang seperti itu, maka cara pertama yang mesti dilakukan ialah mengubah mainset berpikir anda tentang kebahagiaan.

Kebahagiaan adalah makna, kesan, atau dalam bahasa komunikasi disebut sensasi, yaitu sesuatu yang kita persepsi seperti baik-buruk, indah-tidak indah, bagus-jelek. Makna bukan kita terima dari orang lain, melainkan kita ciptakan sendiri. Maka, jika orang bisa memaknai sesuatu dalam hidup dengan benar, maka ia akan bahagia.
Kebahagiaan seperti halnya kesan-kesan yang lain, terdapat dalam diri kita sebagai subjek, bukan di luar diri kita. Alunan tersebut, sebab itu tidak berlaku bagi orang yang buta, ataupun kondisi jiwanya terganggu. Begitu juga musik, bukan berada pada alat musik, ataupun suara penyanyi, melainkan ada pada telinga dan jiwa kita, buktinya, keindahan pemandangan bukan berada pada alam, tetapi pada jiwa dan fisik kita yang mengkonsepsi pemandangan. Merdunya irama, jadi sangat mengganggu bagi mereka yang sakit gigi, atau sedang marah.

Adakalanya seseorang senang mengatur orang lain, masuk dalam kehidupan orang. Perbuatan itu dilakukan berlandasan kebiasaan, suka mengatur hidup orang, sedangkan kehidupan dirinya tidak dihiraukan. Begitu juga, banyak lelaki senang dengan menghitung-hitung jumlah Inong-nya, sebaliknya banyak perempuan suka mengkoleksi Lakoe dari lelaki berduit. Bermacam cara manusia mencari kebahagiaan mengisi hari-hari dalam hidupnya.

Seperti kata kawanku, “Kau tak usah merasa heran. Hati dan lidah itu, dapat menjadi sesuatu yang paling baik, sebagaimana juga bisa menjadi sesuatu yang paling buruk. Karena apabila hati dan lidah itu baik, maka segala seuatu akan menjadi baik. Sedangkan kalau hati dan lidah itu buruk, maka segala sesuatu akan menjadi buruk”, demikian katanya.

Hati yang bersih dan lidah yang terjaga dari kata-kata yang buruk, akan membawa keselamatan dan kebahagian bagi diri seseorang, serta akan memberi pengaruh bagi orang lain lain. Tetapi hati yang jahat dan lidah yang tidak terpilihara dari kata-kata buruk akan mengakibatkan kecelakaan bagi diri seseorang juga bagi orang lain. Bila hati seseorang memancarkan kebaikan, maka akan menjadi baiklah dalam kehidupannya, karena akan luas pergaulannya. Sebaliknya, bila hati seseorang menggambarkan keburukan, maka hidupnya akan mengalami kesukaran, dan ia akan jauh dari pergaulan masyarakat baik. Namun, jika seseorang mengucapkan dengan kata-kata yang sopan dan baik, banyak orang yang menyukainya. Sebaliknya, jika dia berbicara kotor dan jahat, ia akan dibenci orang.

Mengingat kebaikan akan mendatangkan kebahagiaan. Dimana kebahagiaan adalah faktor internal dalam diri kita, maka mencarinya harus dengan mengkondisikan, meng-sugesti diri kita agar bahagia. Ketika biasanya anda merasa malas dan mengeluh jika harus berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh, tanamkan dalam diri anda, bahwa saya sedang bahagia, karena bisa melihat banyak ekspresi orang, bisa menyapa tetangga, dan anda menuju sehat dengan berolahraga. Sekali lagi katakan pada diri sendiri saya sedang berbahagia. Jika hati anda tidak menerima keadaan maka tidur anda akan terganggu, tetapi para pegawai pabrik, atau petugas stasion kereta, mereka bisa tidur dengan nyenyak di tengah gemuruhnya suara mesin, itu semua karena mereka tidak menganggap suara apapun sebagai masalah.
Manusia kadang tidak bisa membedakan antara kesenangan dan kebahagiaan, juga antara musibah dan penderitaan. Kesenangan adalah faktor di luar diri, sementara kebahagiaan adalah ada dalam diri kita, begitu juga musibah adalah faktor di luar diri kita, sedangkan penderitaan ada dalam diri kita. Ketika anda mendapat kesenangan, itu belum tentu membuat anda bahagia, kecuali jika kita mengkondisikan diri kita untuk bahagia, sebab bisa jadi kesenangan berbuah penderitaan. Musibah belum tentu membuat orang menderita, kecuali ia mengkondisikan dirinya untuk menderita, sebab bisa jadi musibah berbuah kebahagiaan jika orang pandai mengambil hikmah.

Kesimpulannya, bahwa kesenangan tidak berbanding lurus dengan kebahagiaan, juga musibah tidak berbanding lurus dengan penderitaan. Kita sendirilah yang membuat diri kita menderita atau bahagia. Semoga semua pembaca mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.[Bahagia Ishak]

Pukiék Judo

Beberapa hari yang lalu terbaca sms di kolom sms pembaca di harian tercinta ini, bahwa ada seorang wanita begitu berharap datangnya seorang Samlakoe disisinya. Meratapi kondisi diri dengan penantian tidak ada ujung, padahal sudah sewajarnya seorang wanita mendapat perlindungan dan kasih sayang dari Lakoe-nya. Merindukan kedatangan seorang suami disisinya adalah pengakuan seorang perempuan Aceh yang mulai membuka diri.

Isi sms itu pada intinya siap dan mau dipoligami, mau menjadi Sambinoe kedua, ketiga dan inoeng kempat. Apa Cut tersenyum dalam hati, benar juga tu. Laki-laki yang telah diberikan kemudahan harta benda, boleh kawin dengan 4 orang perempuan. Apa Cut mengajak kepada Saudagar Aceh mau meminang perempuan dengan memberi rasa kenikmatan hangat berumah tangga, boleh mengawini 4 orang wanita. Ampon, yoe kesempatan ka dibuka pinto bagi tanyoe kawin lagi.

Disini kita lihat aja, mana suara jender, pembela kaumnya dengan penyetaraan. Kalau pejuang Jender tiada yang bersuara, jadi kita sudah siap berpoligami. Coba Tanya dulu ma orang rumah, apa mau menerima kalau berpoligami. Laki-laki, ada tiga orang perempuan lagi menanti untuk dikawinin. Hai Ampon, cepat hubungi nomor yang sms itu, sapa tau dia jodoh yang kedua bagi engkau. Tak mau ah, nanti marah orang rumah, timpal lagi Ampon.
Apa Cut, lihatlah perkembangan dan situasi Nanggroe Aceh saat yoe. Ka lee ureung inong gen ureung agam. Populasi perempuan melebihi laki-laki, ya sudah nasib bagi kaum hawa, maka jieh bak ureung inong bek meuhai-meuhai that jeulame, watee dijak lakee oleh ureng agam.

Teriak Apa Cut, ka lon lakee zameun tapi han di tem, makanya dia ketinggalan kereta. Sekarang dirimu sudah tua, siapa yang mau lagi. Ingat wahai perempuan, diri engkau itu cepat tua, udah tau cepat tua belagak mahal lagi. Siapa yang mau, timpal Ampon membalas Apa Cut.

Perang argumen Apa Cut dengan Ampon terus berlalu dengan menceritakan perjalanan kisah cinta bersama pacar pertamanya masing-masing. Apa mereka menunggu seorang pangeran jatuh dari langit, coloteh Apa Cut. Jangan berharaplah dengan kondisi macam itu. Tak perlu repot-repot, sabar dulu bagi inoeng yang belum na Lakoe. Apa Cut ingin juga melamar dirimu, simpul Ampon. Tapi sekarang harga emas mendekati satu juta. Tak mungkin kita kawin lagi, barang pada mahal semua.

Rupanya pembicaraan Apa Cut dengan Ampon dikuping oleh Ade. Seorang gadis cantik yang ingin sekali menjadi Sambinoe dengan Samlakoe dari golongan orang kaya raya. Telah lama ditunggu, sampai hari impian itu tidak datang juga. Macam dalam film-film dalam layar lebar. Ah, engkau wahai Ade ada-ada saja, bukannya menerima apa adanya datang melamarmu. Setahun lagi dirimu sudah tua tu. Cepat Pukiek Judo dari pemuda yang engkau cintai. Jangan bermodalkan harta, harta itu bisa kalian cari, tapi cinta itu susah dicari.

Kata-kata Pukiék judo atau yang bahasa kerennya mencari sendiri calon pendamping hidup itu keluar begitu saja dari Apa Cut, mengakhiri pembicaan hangat dengan Ampon. Ade pun tersenyum malu, Apa Cut menawarkan diri melamar Ade, menjadikan Ade Istri ke dua. Ade pun pergi meninggalkan mereka dengan kecewa, mereka itu udah tua, masak melamar kami yang gadis-gadis ini. Jangan-jangan mereka itu telah puber ketiga, teriak Ade dalam hati.[Bahagia Ishak]

Bisnis Meukat Saham

Dalam suatu kesempatan Apa Cut dan Ampon tidak habis-habisnya membahas soal perempuan, padahal dua-duanya baru saja menikah dengan wanita idamannya. Sekarang mereka menyoalkan pertanyaan, bagaimana kita cepat kaya? Wow, pertanyaan mengiurkan. Terbayang di benak mereka kehidupan eksklusif, bergelimpangan harta benda, ditemani para bidadari cantik jelita, hidup penuh dengan kebahagian.

Hai Ampon bek menghayal, coba neu pike peu buet ta peu laku nyak bagah kaya? tanyoeng Apa Cut. Ampon menjawab, ta meukat alias berdagang. Jadi toke baru cepat kaya, balas lagi Ampon. Betuoe jawaban nyan Ampon, lantas peu ta meukat? Berjualan salah saboh dari Meukat baje, meukat keulontong, meukat pecah belah, meukat bakong asoe, meukat lada, meukat buku dan meukat hape, jawab Ampon.

Ken nyan jawaban yang lon maksud, lantas peutra Apa Cut? Meunoe Ampon, kebetulan na haba mangat dari kawan yoe yang ban woe training saham di salah satu perusahaan saham di kota Jakarta. Di peugah lee jih, peu ta peulaku nyak cepat kaya, ditanyong bak lon. Jawaban saya sama juga macam Ampon jawab. Katanya zaman udah maju dan modern, telah terjadi perkembangan pesat dalam urusan bisnis. Pelaku bisnis ka memulai mencari uang dengan meukawe peng dengan peng dan hana payah kerja berat lee, cukup dengan menanamkan uang dengan membloe saham dan spot market di pasar saham.

Apa itu saham dan spot market, tanya Ampon, dengan penasaran. Saham itu adalah lembaran surat berharga sebagai bukti pemilikan individu maupun dimiliki oleh suatu perusahaan. Ampon jual beli saham ada kelemahannya, kita tidak bisa pasang dua, hanya bisa pasang satu muka market kata Apa Cut. Sedangkan spot market nyan adalah gabungan perusahaan bergerak dibidang financial dengan memiliki jasa berupa pertemuan antara nasabah dengan pasar dunia.
Dalam traksaksi spot market bisa dipasang dua muka market pembelian dan penjualan, tidak pernah jatuh tempo. Itu adalah kelebihan bisnis spot market, sudah saatnya bagi kita jual beli spot market dan saham, pasang satu round pada posisi buy new atau salf new. Jual beli spot market tidak mengalami kerugian, pembeli tetap untung, pada saat harga turun, jangan dijual, tunggu sampai harga naik lagi. Pembeli dan penjual mendapat keuntungan yang berlipat-lipat ganda, mengikuti perubahan pasar dunia dan naik turunnya peng dollar.

Jadi kita adalah investor yang membeli lembaran saham perusahaan tersebut di pasar saham. Indonesia pusat jual beli sahamnya adalah di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya, tapi sekarang dua buah pasar saham sudah di gabung menjadi satu. Namapun ka digantoe menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dia bercerita, Buy new, deal or no deal, suara transaksi terdengar kencang di salah satu gedung bergengsi di Jakarta yaitu Bursa Efek Jakarta, layaknya seperti pasar tradisional yang ikut menyemarakkan hiruk pikuk padatnya Angkot, Metro mini, Kopaja, Bus way, Damri dan mobil pribadi di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta.
Ampon tambah penasaran lagi, bagaimana kita kaya dengan membeli lembaran saham itu? Ingat Ampon, kita disana bisa sebagai pembeli dan penjual. Ampon bertanya lagi, jika untung saat bertransaksi di perdagangan, siapa yg membayar keuntungan dan jika sedang rugi kemana larinya uang saya? Waluapun Apa Cut memberi banyak penjelasan tapi Ampon tidak juga mengerti.

Apa Cut menjelaskan bahwa perdagangan itu namanya perdagangan berjangka atau futures trading sering disebut a zero-sum game. Artinya adalah bahwa pada saat suatu kontrak dibuka oleh Ampon dengan bantuan pialang saham lewat posisi beli ataupun jual, selalu harus ada pihak lain yang menjual kepada atau membeli dari Ampon. Dengan kata lain, setiap kontrak terdiri dari penjual dan pembeli.

Secara sederhana, jika Ampon misalnya membuka posisi beli, pasti ada yang menjual kepada Ampon pada harga yang sama. Penjual tersebut bisa merupakan seorang investor yang membuka posisi baru, ataupun seorang investor yang menjual posisi lamanya, dengan melikuidasi posisi beli awalnya.

Jadi satu kontrak sama dengan pembeli tambah penjual. Apabila Ampon ingin beli pada harga tertentu tetapi tidak ada penjual, tidak mungkin bisa terjadi suatu transaksi. Dan jika Anda ingin jual pada harga tertentu tetapi tidak ada pembeli, tidak akan terjadi suatu transaksi juga.

Nah, nanti pada saat Ampon melikuidasi posisi sendiri, siapa sebetulnya yang memperoleh keuntungan atau menderita kerugian. Jawaban itu akan diperoleh lewat arah pergerakan harga di pasar berjangka. Jika Anda misalnya membuka posisi beli dan pihak ketiga (bisa jadi investor di Indonesia ataupun luar negeri) menjual kepada Anda, Ampon akan untung apabila harga naik dan rugi jika harga turun, itu yang berlaku dalam bisnis meukad saham.
Ampon, meukad saham itu dilakukan oleh orang-orang yang punya banyak uang. Benar, kita-kita ini miskin, tak sanggup beli saham. Apalagi di Aceh belum ada yang meukad saham, jadi kalau Ampon ingin cepat kaya, maka beli lah saham atau spot market dan harus ke Jakarta.

Begini Ampon, sebelum membeli, diajarin dulu oleh pelaksana costumer servis, dimana trading saham akan ada penjual dan pembeli, sama dengan di pasar pada umumnya, tentu dengan risk dan reward yang dapat diperkirakan sebelumnya.
Di akhir cerita, ampon menimpali bahwa meukad saham dan spot market itu termasuk judi. Sambil beralasan, pasang uang itu macam taruhan nasib, sehingga terjadi jual beli, pada saat mengalami kerugian, pembeli tetap untung, dan pada saat mencapai keuntungan, pembeli dan penjual mendapat keuntungan yang berlipat-lipat. Ampon balik bertanya pada Apa Cut, apa namanya ini?

Dalam Bisnis itu termasuk perjudian kelas ekseklusif, Ampon tak suka beli saham, tidak suka atau tak ada uang, timpal Apa Cut. Beli saham, urusan dapur aja bating tulang siang malam mengasapinya. Tak terbayang main saham, tak ada uang membeli saham perusahaan orang, syukur juga bisa bertahan hidup sampai hari ini.[Bahagia Ishak]

Teupeudaya Politek

Cut Lem bersilaturahmi lebaran Idul Fitri 1429 Hijrah lalu ke rumah Ampon. “Ampon, kembali nol ya, mohon maaf lahir batin,” ucap Cut Lem.

Lebaran ini sangat berbeda dengan lebaran tahun lalu. Lebaran ini Aceh lagi dimabuk kebebasan dan teupeudaya politek. Ruang politik terbuka bagi siapa saja, untuk bergabung dalam partai lokal dan nasional. Saat kita mengikuti perkembangan politik Aceh, begitu berbeda dengan daerah lain di Indonesia, ucap Cut Lem memulai pembicaraanya.

Dunia politik memang sangat menggiurkan. Kenapa Cut Lem, Tanya Ampon. Sebab, status sebagai politisi membuat orang menjadi terkenal seperti selebritis. Posisi jabatan politik membuat orang menjadi dipentingkan oleh rakyat jawab Cut Lem dengan memberi contoh, seperti para aktivis muda Aceh maju dalam dunia politik praktis.

Tampilnya aktivis Aceh sebagai bakal calon anggota legislative (caleg) yang bergabung dalam 43 partai politik untuk bertarung pada pemilu 9 April 2009 mendatang adalah sebuah proses alami, evolusi mengikuti perkembangan Aceh saat ini.

Kenapa mereka berani mencalonkan diri? Tanya Apa Cut. Coba lihat seperti iklan diri mereka dalam spanduk dan striker yang ditempel di sudut kota dan gampong, dengan sejumlah tujuan yaitu menyuarakan perubahan, ingin tampil menjadi wakil rakyat sebagai penyambung lidah dalam parlemen jika nanti rakyat memilihnya, terang Ampon.

Karena alasan itulah, hari ini orang Aceh berbondong-bondong mengadu peruntungan sebagai wakil rakyat dengan memasuki dunia politik. Mulai dari politisi murni, individu biasa, profesional, akademisi, bahkan rakyat jelata tertarik meramaikan panggung dunia politik.

Sebab, hanya dengan gerakan politiklah kekuasaan dapat diraih. Dengan masuk ke sistem kekuasaan, mereka dapat mengawal, memberikan koreksi serta idealistis dalam memperjuangkan suara rakyat. Apa pun alasan dan pertimbangan mereka, demokrasi seperti sekarang, sah-sah saja para mantan aktivis itu terjun ke politik praktis.

Sebagai warga negara. Keputusan mereka terjun menjadi caleg itu pun dinilai penting bagi pengaderan kepemimpinan nasional.

Cut Lem mengatakan kepada Ampon, ketika para mantan elit kampus masuk ke sistem politik, ada dua pesan yang perlu dicermati. Pertama, memperbaiki sistem dari dalam bukanlah pekerjaan yang gampang. Sebab praktek politik di Aceh dan Indonesia bukanlah 'lahan subur' untuk memperjuangkan idealistis dan perjuangan.

Kedua, perjuangan dan idealistis yang mereka usung akan tenggelam dalam lingkaran setan (vicious circle) kekuasaan. Sejarah membuktikan, aktivis angkatan '66 yang masuk ke DPR tidak ada apa-apanya. Aktivis 1998 yang masuk ke DPR hasil Pemilu 2004 juga biasa-biasa saja, sebut Cut Lem.

Oleh sebab itu, ketika masuk dan menjadi bagian dari sistem, para mantan aktivis tersebut dikhawatirkan akan 'mabuk' dan terlena dengan kekuasaan. Atau dengan kata lain, pola gerakan sosial yang dulu mereka usung harus diubah menjadi gerakan politik, yaitu membuat keputusan dan kebijakan berdasarkan kepentingan partai dan golongannya.

Cut Lem, sudah cukup kita bahas politik, ucap Ampon. Kita bicara hal lain saja, masalah politik telah dibahas oleh mereka di warung kopi. Kita bicarakan aja mengenai kepulangan Wali Nanggroe, Tgk Hasan Tiro pulang kampong, kata Ampon yang menganti topik pembicaraan.

Ada lagi, kita turut berduka atas meninggalnya Tgk Usman Lampoh Awe, Mantan Mentri Peng GAM pada malam Sabtu, jam 22.00 di Rumah Sakit Umum Sigli, dan dikebumikan di Simpang Tiga, Pidie pada hari Sabtu, (4/10). Selamat jalan Teungku Ucap Ampon. Semoga Allah swt memberi tempat yang layak dan diluaskan kuburnya. Amin. [Bahagia Ishak]

Politek Apoh Apah

Cut Lem terus memantau perkembangan Politek Aceh, hasrat dan nafsu politeknya belum tersalurkan. Ia teringat pada sahabat karibnya, yang setia mendengar argument politeknya.

Tidak buang-buang waktu, Cut Lem langsung membuat janji dengan Ampon di warkop gampongnya untuk bincang-bincang Politek. Cut bercerita kepada Ampon, ka apoh-apah ureung meuparte kali nyeo. Coba kaloen, lupah that gura ka sampe uroe yoe golom na saboh hasil yang pasti nasib panitia pengawas pesta demokrasi di Aceh. Lheuh bak rimueng meukumat bak babah buya.

Begitulah nasib anggota Panwaslu yang ditetapkan tanggal 9 Juni 2009 lalu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) belum dilantik belum juga menerima SK dari Banwaslu.

Han abeh-abeh persoalan, saat semua kebutuhan Aceh berurusan dengan Jakarta, pembentukan Panwaslu sampai hari ini belum ada titik kejelasan pasti.

Ampon berpirasat ada yang tidak senang dengan hadirnya Panwaslu di Aceh. Benar juga itu Ampon ucap Cut Lem. Tahun depan pemilu Aceh tidak ada yang mengawasi. Hancurlah kita terang Ampon, bakal ada beurutoeh bude lom dalam lungkiek gampong Lon. Jika hal semacam ini terjadi lagi, apa boleh buat Ampon.

Cut Lem sangat berharap kepada peserta Pemilu di Aceh, yakni Parlok dan parnas mempunyai satu tujuan yaitu pemilu damai, mempertahankan dan melestaraikan perdamaian Aceh.

Tanyoe lagi di peu adu meuprang politek sesama Aceh. Beda bendera hana masalah Cut Lem, yang penting pemilu tahun depan berjalan Langsung Umum Bebas dan Rahasia (Luber) seperti diajarkan oleh Ibu Tie, waktu kita sekolah dulu. Sehingga menghasilkan pemimpin bagi Rakyat Aceh.

Belum dilantiknya Panwaslu, imbas langsung terhadap tahapan pelaksanaan pemilu di Aceh. Tidak ada yang mengawasi, jika ada parte menyalahgunakan aturan dalam mekanisme kampaye tidak ada yang memberi sanksi dan teguran.
Cut Lem memberi contoh ada Parte telah memanfaatkan Masjid, Meunasah dan Musalla untuk melakukan kampaye kepada masyarakat. Apa ini namanya Ampon.

Para politikus awai tat meucang dalam gampong, abeh toen tinggal tem. Cang saboh jadi sierutoeh, dicang, dijual logo dan nomor parte dalam gampong aku Cut Lem.

Anggota Panwaslu telah terpilih, tinggal di Lantik Bawaslu. Ya begitulah, urusan dengan Jakarta tetap di peu susah kata Cut Lem. Soe kawal pemilu Aceh tahun depan, tanya Ampon. “Kita kawal saja biar ada penghasilan tambahan,” jawab Cut Lem dengan tertawa.

Lima anggota Panwaslu yang dipermasalahkan itu ditetapkan oleh anggota dewan sudah sesuai dengan ketentuan pasal 60 ayat (3) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Coba engkau lihat statemen dikeluarkan Bawaslu, pembentukan Panwaslu Aceh berdasarkan pada UU No 22 Tahun 2007 yang berlaku secara nasional, dengan ketentuan antara lain minimal berusia 35 tahun, berjumlah tiga orang dan direkrut oleh KPU (KIP).

Sementara menurut kajian Komisi A DPRA, UUPA juga memberi tugas dan wewenang mengawasi pemilu legislatif dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden seperti tertera dalam pada Pasal 61 ayat (1) huruf b UU No 11/2006, berbunyi, “melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.”
Cut Lem teringat kampaye dulu. Ada parte menempel umbul-umbulnya di Unsyiah, kampus jantong hate rakyat Aceh. Areal umum seperti tempat pendidikan, rumah ibadah, kantor pemerintah tidak dibenarkan menempel dan memasang pesan-pesan politek.

Setiap anak bangsa, mendapatkan porsi sama melibatkan diri dalam kancah politek. Kesempatan yang diberikan oleh pemerintah adanya parlok di Aceh, merupakan peluang untuk menggali potensi lokal, situasi ini harus dimanfaatkan oleh partai lokal merebut suara rakyat Aceh dalam pemilu 2009 mendatang walaupun tidak ada pengawal pemilu.[Bahagia Ishak]

Propaganda Politek

Cut Lem bertanya kepada Ampon, yang lagi asyik duduk di Beulekoe. Hai Ampon, apa engkau ada mengikuti perkembangan politik Aceh saat ini? Ucap Cut Lem memulai pembicaraanya.

Ampon dengan sedikit kocak menjawab, oma perkembangan politik Aceh kaseb gura. Coba kau lihat, kenapa Tgk Bukhari Daud mundur dari Jabatan Bupati Aceh Besar. Kenapa dia mengundurkan diri, siapa memeras dan mengamcamnya, Tanya Ampon pada Cut Lem.

Ya benar, kenapa dia mundur. Pengunduran diri Bukhari yang masih dibalut misteri. Aku cari di Koran tidak ada alasan mundur. Apa dia tidak mau terjebak dalam politik mafia, yang demikian akrab dilakoni pejabat Aceh. Gawatnya dia berpolitik, kata Cut Lem.

Cut Lem berujar maju mundur dalam dunia politik menjadi hal luar biasa. Hebatnya nama Tgk Bukhari Daud, tiba-tiba begitu populer, dan jadi topik diskusi dari satu warung kopi ke warung kopi yang lain, di kantor pemerintahan, di redaksi media massa, sampai jadi bahan pembicaraan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto.

Malah, berita mundurnya Bupati Aceh Besar itu, mampu mengalihkan perhatian masyarakat Aceh yang penasaran dengan nasib Gubernur Irwandi Yusuf. Cut Lem bertanya, Apa Ini bagian dari propaganda Irwandi Yusuf?

Benar juga ya, Pak Gubernur kita telah lama menetap di rumah sakit Singapura, sampai-sampai lupa pada rakyatnya. Jika benar, teganya Tgk Agam menghembus isu ini dengan menutupi dan menyembunyikan kondisi kesehatannya.

Ampon penasaran, kenapa ya rakyat Aceh tidak bertanya. Padahal dua hal besar terjadi di Aceh. Pertama Gubernur Aceh sakit dan Bupati Aceh Besar Mundur.

Tau gak Cut Lem, bagi saya, apa yang dilakukan oleh Bukhari merupakan sebuah sikap berani di tengah kegilaan orang Aceh pada jabatan dan tahta. Meski di balik itu, saya justru menangkap, ada yang tidak benar dari pengunduran diri tersebut. Rasa penasaran saya, kenapa Bukhari mundur begitu mendadak, serta kenapa surat tersebut justru ditulis tangan, terang Ampon.

Ampon penasaran, kenapa Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengusungnya saat Pilkada 2006 lalu, mengeluarkan pernyataan menolak Bukhari mundur ketika dukungan publik lebih memihak Bukhari. Seharusnya PAN mengeluarkan pernyataan bersama Bukhari dan tidak ingin Bukhari mundur.

Sebab, ketika pernyataan dukungan baru dilontarkan sekarang, setelah lebih seminggu polemik di masyarakat bergulir, banyak pihak pasti bertanya-tanya, ada apa dengan cinta Bukhari-PAN? Saya makin penasaran, pasti ada yang tidak beres.

Tapi, satu yang perlu dicatat, sikap yang ditunjukkan Bukhari, sudah melambungkan namanya. Walaupun masyarakat masih bertanya-tanya, atas alasan apa Bukhari mundur, setidaknya langkah yang ditempuh Bukhari dapat disebut sebagai sikap seorang pejabat yang tahu diri.[Bahagia Ishak]

Sabtu, 26 Desember 2009

Toke Kacang

Perubahan itu terlalu cepat terjadi, Ismail, anak muda kulit hitam manis sangat cerdik melihat perkembangan negerinya. Selalu punya argument bertentangan dengan pemerintah, saban pagi setelah membaca koran, mulutnya tidak pernah basi mengkritik kebijakan pemerintah. “Uang itu bukan lari kepada Rakyat, uang hanya di nikmati oleh aparat yang semestinya melindungi rakyat”, kata-kata begitu saja keluar dari mulut Ismail terhadap penguasa Negerinya.

Rakyat tidak ada keuntungan apa-apa, seperti hasil hutan di Aceh yang semestinya diterima oleh rakyat, kayu Aceh untuk Aceh yang benar, kayu Aceh tetap dipakai di Aceh, tidak boleh dibawa keluar. Itu tidak realistis, para penebang kayu tidak perlu lagi menyosok aparat penegak hukum. Seharunya uang itu diberikan untuk memperbaiki kehidupan rakyat miskin, perekonomian tidak berkembang, di barat selatan ada gampong rakyatnya kelaparan, terisolir dan terpencil. Negeri bekas konflik telah menyisakan keniscayaan bisu, kemewahan terjadi di atas kemiskinan rakyat.

Ismail, sering mendegar keluh kesah rakyat kecil di kampong yang disinggahinya, berani menampung aspirasi rakyat dengan konsep pro-rakyat yang didengung-dengungkannya. Bersama Pak Waramli, kawannya masuk kampung, sampai tinggal di rumah penduduk berminggu-minggu. Ismail berhasil mengumpulkan massa di bawa ke kota untuk demo pemerintah. Kisah lama sekitar tiga tahun lalu, datanglah ribuan masyarakat gampong ke Ibu Kota Provinsi menuntut keadilan dari Pemerintah.

Rakyat meminta di beri hak-haknya, datang menjumpai penguasa negeri dengan beberapa tuntutan; penuntasan kemiskinan, penyedian lapangan kerja dan pemerataan pembangunan.

Sosok Ismail berubah, lain dulu lain sekarang. Setelah bekeluarga, meninggalkan semua aktivitas yang tidak jelas gajinya. Sekarang Ismail telah mendapatkan tempat kerja berpenghasilan tetap. Dia tidak pikir lagi melakukan mobilisasi massa ke kota, waktunya Ia habiskan dengan rajin bekerja demi keluarga tercinta.

Sebelum mendapatkan kerja tetap, banyak profesi kerja ditekuninya. Macam-macam ilmu telah berhasil dipelajarinya, ilmu cakologi sampai ilmu dagang. Profesi sampingan lagi digeluti menjadikan home indutry di rumahnya. Rumah mungil disulap menjadi pabrik kacang mette, kacang manis yang telah menjadi andalan kedua pendapatannya.
Bermodal uang Rp 155 ribu, bulan Maret lalu berani membuka usaha dagang Kacang Mette, labanya tidak pernah diambil, uangnya diputar lagi dengan membeli kacang mette jadi. “Modal awal usaha ini hanya 10 kg”, sambil memperlihatkan kacang hasil kemasan yang telah diberi merknya kepada Pak Waramli.

Usahanya berkembang, sekarang omsetnya menjadi Rp 5 juta, kacang mette hasil kemasnyapun meningkat pesat menjadi 150 kg. Kemana-mana dalam tas ransel kecilnya ada stok kacang mette, sambil promosi sama kawan terangnya. Bisnis kecil-kecilan menitip kacang di warung dan supertmaket di sekitar kampungnya telah berkembang. “Aku lihat Singapura maju dengan dangangnya, kenapa mereka bisa maju, kita juga bisa ambil contoh dari negara Singa itu”, ucapnya semangat sambil mengepres bungkusan kacang seharga Rp 1000 didepan Pak Waramli.[]